Di penghujung tahun 2015 kemarin, peristiwa demi peristiwa menimpa keluarga kecil kami. Peristiwa yang menguras tenaga, fikiran dan juga isi dompet kami. Pemasukan tidak ada, sedangkan pengeluaran tidak dapat dihindari karena bersamaan dengan dimulainya musim tanam padi. 

Disaat seperti itu, gadis kecil kami yang akan ulang tahun ke 3 pada tagl 15 januari, juga mulai berceloteh tentang kue ulang tahun bergambar spongebob. "Ibuk, nanti beli kue ulang tahun spongebob, yang besaaar ya", celoteh Alfi dengan gaya cedal dan bahasa campur-campurnya. Kami hanya mengiyakan saja meskipun kami bingung harus beli pakai apa. 


Kemudian, emak memberi usul, bagaimana kalau dibikinin nasi kuning, terus di antar ke anak-anak sekitar rumah aja. Nanti kuenya suruh bikinin Mbak Ida (tetangga yang pinter bikin kue),biar lebih irit. Saya setuju, tapi yang ulang tahun mencak-mencak, kekeuh mau kue spongebob. Ya sudah..... kue dipikirin nanti, yang penting bikin nasi kuning sama snack.

"Gimana nich, uang tinggal segini. Itupun buat beli pupuk", curhat suami pada suatu malam. "Sudah ndak usah dipikirin, masih seminggu. Pasti ada rejeki", kata saya menyemangati. 

Dan benar saja, minggu sore 10 Januari, tetangga dekat toko datang. Minta tolong suami hari senin suruh ngangkutin batako. Tanpa pikir panjang suami langsung mengiyakan. "Lumayan, bisa buat tambah buat beli kue", kata suami. Dan ternyata ngangkutnya beberapa kali, jadi alhamdulillah buat beli kue masih sisa. :).

Waktu pesan kue, saya coba bujuk Alfi pesan kue yang gambar hello kitty seperti tahun kemarin aja biar lebih girly gitu. Etapi pilihan Alfi sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Sekali spongebob tetap spongebob. Okelah.... Kami hargai pilihan Alfi.

Akhirnya kue spongebob bisa dibawa pulang 

Hari H, jum'at 15 januari kami sengaja tutup toko. Dengan dibantu tetangga, kami bikin nasi kuning lengkap dengan lauk khas nasi kuning. Karena ayam lagi mahal, jadi potong ayam sendiri aja biar lebih enak *lebih irit kali*.  Karena bikinnya cuma sedikit, kami sengaja tidak mengundang teman-temannya Alfi, tapi diantar ke rumah masing-masing. 

Sedangkan kue, dipotong sore hari sehabis mandi. Kebetulan tetangga seberang jalan kami itu mirip komplek perumahan. Jadi tinggal teriak aja sudah pada denger, dan kumpul semua meskipun ada yang belum mandi. Tak banyak sich, tapi sangat meriah karena semua orangnya rame-rame.
Yang ulang tahun malu-malu kucing

Para tetangga yang bikin acara potong kue jadi meriah.

Selamat Ulang Tahun Alfi....
Semoga Panjang Umur, jadi anak pintar, jadi anak yang pengertian, jadi anak sholehah, anak yang berbakti, jadi kebanggaan orang tua, dan jadi anak yang berguna untuk keluarga, agama dan negara. Amin.....