Ad Code

Responsive Advertisement

MENGALAH BUKAN BERATI SALAH

Aku makan malam hanya berdua dengan nenek. Hal yang biasa kurasakan hampir tiap hari. karena Boss jarang makan malam di rumah. Tapi ada yang luar biasa pada sikap nenek malam ini. Dia komplin dengan makanan yang aku hidangkan. Dia bilang "bubur nya dingin". Padahal apa yang aku hidangkan sama seperti hari-hari sebelum nya. Dengan sedikit jengkel aku ambil mangkok nya dan ku tuang ke panci lagi. Dia bilang "tidak perlu" tapi aku tak peduli. Tak sampai 5 menit bubur panas sudah ada di depannya lagi. Aku dan dia diam menikmati makanan kami sambil melihat TV. 
Ketika nasi di mangkok ku tinggal satu suap, tiba-tiba dia marah. Katanya aku tidak suka masak buat dia. Dia bilang "besok kamu tidak usah masak biar aku sendiri yang masak". Dalam hati aku tertawa, jalan saja pakai tongkat kok mau masak sendiri. Aku tak menyangka sama sekali kalau dia bisa marah seperi itu. Aku juga tak mau kalah. Karena aku merasa tak bersalah. Tapi semakin aku jawab dia semakin marah. Sempat khawatir juga, kalau sampai lapor sama Boss dan aku di pecat. Ego ku terlalu tinggi untuk meminta maaf dan dia sendiri juga tak mau disalahkan. Entah kenapa, tiba-tiba butiran bening basahi pipi ku. Hehehehe aku menangis..... Aku berusaha merayu dia dan minta maaf seolah olah aku yang salah.



Aku memegang tangannya, dengan linangan airmata aku berkata " aku sayang kamu, aku sudah mengganggap kamu nenek ku sendiri. Bagaimana mungkin aku tak sayang kamu sedang aku sudah merawat mu 2 tahun lebih". Dia hanya menjawab "aku tidak tahu". Setelah itu hanya diam dan melanjutkan makan nya. Aku berlalu pergi untuk menyembunyikan isak tangis yang tak mampu aku bendung lagi. Entah lah.... ada rasa sesal dalam hati telah membantah kata-kata nenek. Bagaimana pun, dia lah yang memberi aku pekerjaan. Tanpa dia aku sudah tidak di butuhkan lagi. Biar lah aku yang mengalah.... Bukan karena aku yang salah tapi demi menghentikan keributan. Namanya juga orang tua, Ulah nya kembali seperti kanak-kanak jadi kalau aku tetap ngotot berati aku dan dia sama saja dong. Sama-sama seperti anak kecil hehehehehhee

Benar kata orang "Api tak seharusnya dilawan dengan api tapi dengan air". Ketika nenek marah dan aku ikut marah yang terjadi malah semakin panas suasana. Ketika aku mengalah dan berusaha jadi air..... api amarah yang di sulutkan nenek sedikit demi sedikit mulai padam. Setelah beberapa menit berlalu..... dia sudah mau menyapa ku. memang hati ini masih jengkel tapi aku tetap berusaha untuk tersenyum. Dan menjawab setiap pertanyaan nya seolah olah tak terjadi apa-apa.Dan hasilnya, pagi-pagi selembar  $100 keluar dari dompetnya. Dia bilang "ini buat kamu beli jajan" Aku berusaha menolak tapi dia memaksa untuk menerima. Yaaaach dengan terpaksa dan senang hati aku terima uang itu. Alhamdulillah...... terima kasih  nenek terima kasih Ya Allah.....

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement