Sunday, November 7, 2021

Saya Masih Menulis

Pada saat Hari Blogger Nasional 2021 kemarin, saya sempat melihat postingan lomba blog di komunitas blogger pertama saya yaitu Warung Blogger. Sebenarnya pingin banget ikutan,  tapi waktu ngintip blog dan lihat postingan terakhir bulan september tahun lalu, urunglah niat saya untuk ikutan.

Etapi,  menjelang deadline lomba si Uncle Lozz tiba-tiba nyolek saya melalui WA. Uncle nya para blogger cilik pada masanya ini nantang saya untuk ikutan sekalian bernostalgia bersama blogger jadul. Beliau yang vakum ngeblog karena alasan tertentu ini, kembali menulis di blognya yang lumutan. Meskipun begitu, gaya tulisannya tetep essip seperti dulu, sesuai dengan nama blognya yang sekarang lebih panjang karena berubah jadi blog gratisan.

Karena merasa tertantang, sayapun menerima tantangan beliau meskipun waktunya sudah mepet.  Dan alhamdulillah, kok ya kebetulan banget si adek tidak bisa diajak kompromi,  sehingga baru dapat 3 paragraf,  saya ketiduran. Tapi tetep ya....  Saya berjanji mau menyelesaikan tantangan beliau. 

Sejak si adek lahir,  yang kebetulan butuh perhatian ekstra,  semangat nulis saya memang menurun drastis. Sampai-sampai domain tarrykitty dot com yang sudah bisa menghasilkan rupiah itu, expired dan tidak bisa terselamatkan.  Sehingga saya harus ganti domain menjadi tarrykittyblog.com, dan memulai semua dari nol lagi.

Dan sialnya, saya bukannya lebih semangat membangun blog baru agar bisa menghasilkan cuan lagi, tapi semangat menulis saya malah  hilang sama sekali.  Saya memilih fokus sebagai full time mom dengan putra spesial yang tumbuh kembangnya beda dari anak kebanyakan. Saya membiarkan blog lumutan serta menutup (sementara)  toko demi mendampingi putra spesial kami.

Baca : Waspadai gangguan tumbuh kembang Anak sejak dini

Sekarang,  perkembangan si adek sudah banyak banget dan sudah lebih mandiri. Ikhtiarnya juga semakin ringan karena tukang pijat syarafnya yang datang ke rumah kami. Jadi ga perlu gendong adek jauh-jauh untuk terapi atau pijat seperti awal perjuangan ikhtiar kami. 

Tapi tetep ada aja alasan kalau mau memulai nulis blog lagi. Dan masih saja si adek yang dijadikan kambing hitam, padahal sayanya yang kurang pandai membagi waktu. Meskipun saya tidak menulis blog, saya masih menulis. Seperti kata uncle Lozz,  menulis itu tidak hanya di blog saja. Menulis bisa di status Facebook, story WA atau di sosial media lainnya.

Kenapa saya masih menulis?  Karena saya pelupa. Dengan menulis, saya bisa mengingat kembali apa yang sudah terjadi beberapa tahun bahkan belasan tahun yang lalu. Apalagi kalau menulis blog, saya bisa mengingat peristiwa demi peristiwa dengan sangat detail. 


Ya elah jadi kangen nulis blog lagi. Semoga segera bisa mengumpulkan serpihan-serpihan semangat untuk ngeblog lagi. Karena berapa tahun terakhir ini banyak kisah yang terlewatkan untuk di tulis karena kebanyakan alasan.  : ) 

3 comments:

  1. Assalamualaikum, mbak akhirnya ikutan juga ya mbak, saya juga sempat vakum 3 tahunan lebih Mbak, padahal seharusnya saya lebih semangat. Seng penting masih nulis walauoun di buku . Sehat selalu ya mbak

    ReplyDelete
  2. Nah, masih tetap menulis sampai sekarang ga bisa berhenti kayak udah ada kebahgiaan tersendiri.

    ReplyDelete
  3. semangat kak :D sehat dan sukses selalu ya

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...