Usia 40 tahun mau ngapain? Saya masih punya waktu 5 tahun untuk memasuki masa itu. 5 tahun lagi, semoga rumah kami yang kami bangun hampir 2 tahun lalu itu sudah rapi. Sudah di plester, sudah di keramik, sudah di plafon dan sudah layak untuk dihuni. Emangnya sekarang belum layak huni? belum. Karena belum ada kamar mandi. :)

Sedangkan anak-anak, 5 tahun lagi Alfi umur 10 tahun lebih (kelas 4 SD) dan Dipta 5 tahun lebih (TK kecil). Insyaallah sudah mandiri, ga selalu tergantung sama ibuknya seperti saat ini. Asyik dong?. Belum tentu, bisa jadi saya akan kesepian dan mati gaya kalau tidak ada mereka. Sekarang aja kalau Alfi ikut ke toko, saya di rumah sama Dipta rasanya sepi banget.


Ketika umur saya 40 tahun nanti tentu akan banyak hal yang berubah. Keadaan ekonomi yang (semoga) semakin membaik, pemikiran yang semakin dewasa, ibadahya semakin rajin, anak-anak yang semakin besar, dan yang pasti ada banyak impian yang ingin saya lakukan dan wujudkan.

Tapi diantara sekian banyak impian, ada 4 impian yang sangat ingin saya lakukan dan wujudkan di usia 40 nanti. Diantaranya:

  • Ingin Menjahit.

Dulu, saya pernah kursus menjahit, dan saya pernah punya cita-cita menjadi penjahit seperti emak, tapi saya ingin jadi penjahit profesional. Untuk mewujudkan cita-cita saya tersebut, saya pergi ke Hong Kong untuk mencari modal. Tapi seiring berjalannya waktu, cita-cita itu menguap karena di lingkungan saya sudah banyak penjahit. Saya tahu rejeki tak akan tertukar, tapi saya enggan untuk ikut-ikutan menjadi penjahit, dan pada akhirnya saya memilih menjadi pedagang.

Baca: Berwirausaha, Solusi Untuk Mantan TKW

Sarung bantal + sulaman kristik

Nah, nanti saya akan mewujudkan cita-cita saya tersebut tapi bukan sebagai penjahit pakaian, melainkan penjahit asesoris seperti tas, sarung bantal, dompet, dll.  Saya akan memadukan kemampuan menjahit (yang ga mahir-mahir amat) dengan hobby saya bikin kristik. Kalau untuk asesoris menyulamnya yang simpel-simpel saja biar cepet mengerjakannya dan cepet laku. Kalau gambar kristik besar, bikinnya lama, dan orang sering mikir kalau mau beli karena harganya lebih mahal.
 Pouch dengan sulaman kristik. Bisa dibikin dari kain perca Khan? :)

Saya juga akan memanfaatkan kain-kain perca menjadi barang yang bernilai jual lebih tinggi. Kenapa lebih tinggi? Karena di barang tersebut juga akan saya sematkan hasil sulaman kristik saya untuk mempermanis penampilannya. 


  • Menjadi Petani Sayur.

Keinginan saya tidak muluk-muluk kok, menjadi petani sayur untuk di konsumsi sendiri saja sudah cukup. Kalaupun bisa dijual ya itu bonusnya. Kebetulan rumah saya itu mewah (mepet sawah) sekali. Memang tanah yang kami gunakan untuk membangun rumah tadinya sawah. Pemandangan dari 4 penjuru mata angin rumah saya adalah sawah. Tapi yang sebelah utara dan barat milik adiknya mertua.
Rumah mewah kami dilihat dari rumah tetangga

Karena sawah mertua yang luasnya tak seberapa ini sudah berkurang untuk rumah kami, jadi lahan yang bisa ditanami padi juga berkurang. Sekarang ini, hasil padi keringnya sekitar 4-5 karung saja, itupun harus menunggu hampir 4 bulan baru bisa menikmati hasilnya. Iya kalau bagus, kalau lagi apes ya ga sampai segitu dapetnya.
Terinspirasi dari kebun sayurnya kakak ipar di Nganjuk 

Maka dari itu suatu saat nanti, saya ingin menyulap sisa lahan sawah mertua menjadi kebun sayur dan buah. Mungkin akan sedikit ribet mengurusnya dibandingkan menanam padi, tapi hasilnya khan bisa dinikmati lebih cepat. Sedangkan padi, kami bisa menanam di sawah yang satunya. Jadi komplit khan? Padi punya, sayur dan buah juga ada. :)


  • Konsisten ngeblog.

Saya ingin ngeblog seperti waktu di Hong Kong dulu. Jaman dulu ikut orang saja bisa konsisten, lah sekarang di negeri sendiri, di rumah sendiri, menjadi boss untuk usaha sendiri malah ngeblognya jarang sekali. Apalagi setelah punya duo krucil, rasanya sulit sekali membagi waktu untuk ngeblog. Mungkin kalau anak-anak sudah besar nanti, saya lebih leluasa untuk ngeblog atau malah tidak ada kesempatan? Karena notebooknya dibajak oleh Alfi seperti sekarang ini? Semoga jangan ya. :)
Ini pelaku pembajakan notebook emaknya. 

  • Ingin Umroh

Akhir tahun 2017, guru ngajinya suami dan beberapa teman pergi umroh. Setelah mendengar pengalaman perjalanan spiritual mereka, mendadak suami kok semangatnya menggebu-gebu pingin umroh juga. Apalagi setelah guru ngajinya memberi selembar uang reyal sambil berkata "Simpan, Insya Allah suatu hari kita bisa bertemu disana", Nyessss rasanya. Saya yang hanya mendengar suami bercerita saja ikutan merinding. 
Foto kiriman teman SMEA yang umroh tgl 3 februari kemarin. Merinding rasanya, teman sekolah saya sudah bisa kesana.

Support dari beliau membuat kami  yakin suatu saat kami bisa pergi kesana. Seperti waktu kami mau bikin rumah. Beliau bilang "yakin saja pasti bisa", dan alhamdulillah memang bisa. Padahal uang kami pas-pasan, tapi banyak sekali bantuan dari keluarga dan teman, baik bantuan materi maupun tenaga. Kali ini kami juga harus yakin pasti bisa. Amin.

Itulah 4 hal yang ingin saya lakukan dan wujudkan di usia 40 saya. Semoga diberi kesehatan, diberi umur panjang, diberi kesabaran agar bisa mewujudkan itu semua. Amin.....