Awal tahun 2017 lalu, saya menghadiri acara reuni SMP yang sudah hampir 20 tahun saya tinggalkan. Begitu datang, saya merasa asing karena banyak sekali wajah-wajah yang tidak saya kenali terutama teman cewek. Maklumlah dulu mereka masih unyu-unyu, sekarang mereka sudah jadi ibu yang pandai berdandan. Ini yang bikin saya kesulitan untuk mengenali mereka.
tarrykitty.com
Teman putih biru, banyak yang  berubah tapi tak mengurangi keakraban kami.

Beda banget dengan saya, yang begitu datang langsung banyak yang kenal meskipun tidak mengingat nama saya, kecuali yang pernah satu kelas. Katanya wajah saya tidak ada yang berubah, masih sama seperti yang dulu (kecuali body yang melebar kemana-mana). 


Mungkin karena saya tidak suka dandan, sehingga wajah saya tidak banyak perubahan. Iya, meskipun sekarang saya sudah menjadi istri dan ibu, tapi saya masih enggan lebih tepatnya malas untuk berdandan macam-macam. Saking malesnya, alat make up kado pernikahan dari teman saya sampai sekarang masih ada. Masih saya simpan, meskipun sudah kadaluarsa. :)

Sebenarnya ada keinginan untuk berdandan seperti orang lain. Buktinya, saya suka beli atau sekedar lihat-lihat tutorial maupun produk kecantikan di internet seperti produk kecantikan SOGO. Kenapa lihatnya di internet? Karena lebih bebas, tidak ada mbak-mbaknya yang mengawasi. 

Dan setelah saya beli, apa kabar dengan barang-barang tersebut? Ya hanya saya pakai beberapa kali, selebihnya akan  menjadi hiasan meja rias yang akhirnya bernasib sama dengan alat make up kado pernikahan saya, KADALUARSA. "Kamu ini, sukanya beli ini itu, tapi ndak pernah dipakai", omel suami kalau lagi kecapekan. :)
Supermud
Lalu apa yang membuat saya tidak suka berdandan seperti wanita kebanyakan? Yang jelas karena malas, apalagi saya masih punya balita super aktif yang suka ngrecokin kalau emaknya dandan kelamaan atau alat make upnya dipakai buat mainan. Yang salah siapa? Ya emaknya dong. Sudah tahu punya anak super aktif, naruh barang sembarangan.

Selain itu, saya memiliki alis yang tebal, kalau pakai eye liner, eye shadow atau apalah-apalah itu, rasanya kok wajah saya jadi judes gitu ya. Padahal orang lain yang alisnya tipis malah dibikin tebal biar cetar lho. Dan mereka tetap cantik, tidak kelihatan judes seperti saya. Apa yang salah dengan saya? Mungkin ini hanya perasaan saya aja atau sayanya yang kurang pandai memilih warna yang pas untuk muka saya?

Entahlah, tapi saya kok kurang percaya diri kalau harus dandan macam-macam. Paling cuma pakai cream wajah, bedak dan lipstik ala kadarnya saja sudah cukup. Untungnya, suami tidak pernah protes lihat istrinya ndak pernah dandan. Suami tetap membiarkan saya menjadi diri sendiri. Jadi sayapun nyaman dan suami juga tidak perlu kesel karena tidak bisa merubah saya menjadi seperti yang dia inginkan.
THE LIGHTBULB UV COMPACT 764 Refill
Tapi saya tidak sendirian kok. Ada teman bloger satu daerah dengan saya yaitu mbak Diah Dwi Arti, pemilik Damarojat Blog yang juga tidak suka dandan. Tapi beliau wajahnya lebih bersih dari saya, jadi meskipun tanpa make up tetap cantik. Kalau saya sih kadang masih kumut-kumut kalau kepanasan. :).

Dan kata Mbak Diah "Kalau Istri yang tidak suka dandan itu, nanti suaminya calon orang kaya (orang sukses)". Setengah ga percaya, tapi meng amin kan kata-kata mbak Diah saja lah. Siapa tahu suatu saat nanti bisa menjadi kenyataan, dan saya berubah menjadi istri yang pandai dandan. Kalau saya pandai berdandan, pasti saya makin suka belanja - belanja produk kecantikan SOGO di mapemall.com, misalnya. Dan pastinya, tidak akan ada lagi barang kadaluarsa karena tidak pernah dipakai.

Kalau kamu? Termasuk yang suka dandan atau tidak?