Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Alfi merengek mengajak saya pergi ke tempat pak puhnya (kakak keponakan saya) yang tinggal di daerah Panggung, Dagangan, Madiun. Sudah dibujuk dengan berbagai cara tetap saja pingin kesana. "Ayo dolan Pak puh nggunung, ibuk", begitu rengek Alfi kepada saya.

Karena bapaknya Alfi repot, akhirnya saya mengajak keponakan untuk pergi kesana. Kebetulan cuaca cerah jadi saya berani berangkat tanpa suami. Dan begitu sampai disana, Alfi nampak sangat gembira sekali. Apalagi ada keponakan yang sebaya dengan Alfi, jadi ada teman bermain. Biasanya Alfi suka malu-malu kucing kalau ada orang yang baru dia kenal. Tapi kali ini Alfi seperti bermain dengan teman lama.



Kebetulan, belakang rumahnya pak puh ini sawah dan sedang di bajak. Langsung deh Alfi ngajak lihat orang bajak sawah. Selain lihat sawah juga lihat sapi dan juga kambing. Alfi tak henti-hentinya berceloteh menanyakan apa saja yang dia lihat. "Iki opo buk", sambil nunjuk gunung, pohon, sawah, sapi, dll. Sayapun harus sabar menjawab pertanyaan Alfi yang tidak ada habisnya itu.

Dan saking asyiknya, Alfi tidak mau diajak pulang. Karena tidak mau diajak pulang dan asyik bermain bareng temannya, akhirnya saya potong-potong kain perca buat bajunya Alfi. Budhenya Alfi memang penjahit, jadi banyak kain-kain perca yang cukup buat baju Alfi.

Selesai potong, saya segera pasang benang dan mulai injak dinamo. "Geradak geradak", bunyi mesin jahit yang membuat saya sendiri kaget apalagi Alfi. Spontan Alfi ketakutan dan langsung ngajak pulang. Saya heran, mesin jahit tiap hari di pakai kok bisa sekeras itu bunyinya. Mesin jahit di rumah yang ndak pernah dipaki aja bunyi lebih halus dan ndak seberisik itu lho.

Karena Alfi ketakutan, akhirnya saya berhenti mejahit dan langsung siap-siap pulang. Alhamdulillah.... berhasil mengajak pulang Alfi tanpa harus memaksa dan bikin Alfi nangis. Biasanya kalau jalan-jalan ke tempat rekreasi atau ke tempat bermain selalu nangis kalau diajak pulang. Jadi niatnya bikin seneng anak ujung-ujungnya malah bikin anak menangis.

Tapi kali ini tidak, kami bisa jalan-jalan lihat pemandangan, bisa silaturahmi, bisa nyenengin anak dan bikin pikiran fresh tanpa harus keluar banyak uang. :)