Ad Code

Responsive Advertisement

Tips Berpuasa Ramadhan Ala Lansia Pelupa

Saat ini, saya sedang merawat ibu mertua yang tidak bisa berjalan, pendengarannya sudah berkurang,  susah diajak komunikasi dan pelupa. Saya tidak mau menganggap beliau pikun,  karena untuk beberapa hal, beliau masih bisa mengingat dengan jelas. Seperti masih mengenal nama banyak orang, bahkan yang sangat jarang bertemupun beliau masih mengingat namanya. 

Sedangkan untuk waktu, sudah makan atau belum, sholat atau belum dan beberapa hal lain beliau sering sekali lupa. Ini kadang yang bikin gemes dan menguji kesabaran kami. 

Meskipun begitu, boleh dibilang beliau sehat sehingga ramadan tahun ini kami mengajaknya untuk berpuasa seperti tahun sebelumnya. Tapi kali ini sedikit berbeda karena kondisi beliau yang menjadi lebih pelupa, berasa seperti melatih anak kecil berpuasa. 

Ada beberapa tips dan kebiasaan yang saya lakukan di bulan Ramadan ini untuk menjaga kondisi kesehatan ibu mertua dan juga menjaga emosi saya agar tidak mudah meledak karena beliau susah diajak komunikasi. Ini dia beberapa tipsnya:

  • Sahur di akhir,  Buka di awal

Biasanya saya membangunkan beliau mepet waktu imsak agar waktu berpuasa sedikit berkurang. Sedangkan untuk berbuka, setelah  minum air putih/teh saya langsung memberi makan nasi, kemudian makan takjil setelah sholat maghrib. Karena kalau diberi takjil dulu, sudah dipastikan makannya nasi sedikit dengan alasan sudah kenyang. Sedangkan kalau diberi nasi dulu, apapun takjilnya hayuk aja. Aneh memang, tapi begitulah adanya. 

Salah satu menu buka puasa yang pasti dihabisin sama beliau.

  • Menyingkirkan semua makanan/minuman setelah masuk waktu berpuasa. 

Karena beliau pelupa, sengaja saya menyingkirkan semua makanan/minuman untuk menghindari hal-hal yang membatalkan puasa  seperti tiba-tiba ngemil karena laper atau minum karena haus. 

  • Mengatur pola makan

Yang namanya lansia, makanpun banyak dramanya. Makan yang keras gusinya sakit, makan protein hewani badannya gatal-gatal, makan pedes sering tersedak dan lain sebagainya. Kalau ngomongin makanan lansia tidak hanya tentang gizi seimbang saja tapi juga tentang bisa tidaknya tubuh menerima. Sehingga perlu mengatur pola makan agar gizi tetap terpenuhi tanpa menimbulkan masalah kesehatan lainnya. 

Itulah beberapa tips berpuasa ramadhan ala Lansia yang sudah pelupa. Orang tua lancar dan sehat menjalankan puasa, kami yang momong lebih bisa mengontrol emosi dan terus berusaha untuk sabar. Ya... Meskipun kadang meledak juga karena saking gemesnya. Tapi pada akhirnya kami sadar, emosi yang meledak-ledakpun tak ada manfaatnya. Hanya dapat capeknya dan bisa jadi menambah timbangan dosa, sedangkan beliau tidak mengerti karena sulitnya diajak komunikasi. Jadi, harus terus belajar bersabar dan ikhlas agar selalu bahagia dalam membersamai beliau di hari tuanya. Amin....



Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement