Perlukah memasukkan anak ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sebelum TK (Taman Kanak-Kanak)?. Ada sebagian orang tua, yang menjawab tidak perlu dan menganggap memasukkan anak ke PAUD itu buang-buang waktu. Selain itu juga bisa membuat anak bosan sekolah ketika sudah masuk usia sekolah.

Bagi saya yang punya anak pemalu dan kurang percaya diri, merasa sangat perlu memasukkan anak ke PAUD terlebih dulu sebelum masuk TK. Sehingga saya pernah memasukkan Alfi ke PAUD waktu usianya masih 2,5 tahun tanpa memperhatikan kesiapan mentalnya. Saya berpikir, kalau anak lain bisa, anak saya juga pasti bisa.

Ternyata saya salah, Alfi yang (mungkin) belum siap sekolah memang mau berangkat sekolah tapi saya harus mengeluarkan segala jurus dan rayuan dulu agar Alfi mau berangkat sekolah. Masalah belum selesai sampai disitu, di sekolah Alfi tidak mau masuk ke dalam kelas, maunya main terus. Kalaupun mau masuk kelas, maunya masuk ruangan kelas anak usia 1-2 tahun yang di dalamnya ada ayunan dan perosotan. Jadi meskipun di dalam kelas, tetap saja main dan tidak mau mendengarkan gurunya bercerita.

Akhirnya perjuanganpun hanya sampai di hari ke 4. Kebetulan ada anak jahil sama Alfi dan membuat Alfi mogok sekolah. Sebenarnya saat ada anak yang jahil saya bersamanya, tapi tidak menyangka kalau hal itu bisa menimbulkan trauma untuk Alfi. Setiap diajak sekolah selalu bilang ga mau, takut dijahilin lagi. Ya sudah, saya menyerah. Mungkin Alfi belum siap untuk sekolah.

Dan tahun ajaran baru ini, umur Alfi 3,5 tahun. Saya mencoba membujuknya untuk sekolah lagi di sekolah lain yang baru beberapa angkatan, sehingga muridnya tak sebanyak sekolah yang dulu. Alfi exited banget meskipun masih sedikit takut bakal dijahilin lagi. Tapi saya tidak langsung mendaftarkan Alfi, padahal pendaftaran sudah dibuka jauh-jauh hari dan ada hadiah menarik untuk 30 pendaftar pertama. Takut sudah bayar mahal, tapi anaknya tidak mau sekolah. :).

Ketakutan saya memang benar terjadi, hari pertama sekolah Alfi tidak mau berangkat meskipun sudah dibujuk dengan rayuan maut. "Maunya sekolah sama Noval", begitu kata Alfi. Sedangkan si Noval belum mau disekolahin dulu dan rencananya si Noval mau sekolah di kampung kami saja. Ya sudah saya menyerah lagi, apalagi waktu itu sedang musim panen yang pastinya saya akan sangat sibuk ngurusin para pekerja di sawah.

Hari Selasa, 9 Agustus tiba-tiba ibunya Noval kasih tahu kalau rabunya Si Noval mau masuk sekolah. Tadinya Alfi tetap ogah-ogahan sekolah, tapi begitu lihat Noval dandan rapi pakai tas, Alfi langsung heboh minta sekolah. Ya sudah hari itu juga Alfi masuk sekolah. Tapi karena saya harus ngirim sarapan untuk pekerja di sawah, saya minta Mbah Kung untuk mengantar Alfi.

Begitu selesai ngirim sarapan saya langsung menyusul Alfi, dan kami bertemu di tengah jalan. Ternyata Alfi nangis kejer waktu masuk ruangan kelas sendirian tanpa Mbah Kung dan Noval. Karena nangis sama Mbah Kung diajak pulang. Ketika bertemu saya, nangis kejer lagi tapi mau di ajak kembali ke sekolah lagi. Selama di dalam kelas, tidak mau lepas dari pangkuan saya. Dan menjelang pulang, Alfi nangis kejer lagi minta mainan di luar. Tapi saya berhasil membujuknya sehingga bisa diam sampai saatnya pulang.

Di hari ke dua dan sampai hari ini tadi, tidak perlu mengeluarkan rayuan maut, Alfi dengan sendirinya mau mandi, menyiapkan bekal, minta sarapan, dan selalu semangat untuk sekolah. Memang sich, masih tetap minta ditemani masuk kelas tapi sudah tidak nangis lagi. Masih tetap pemalu saat di minta menirukan ucapan gurunya, tapi sudah mulai mau buka mulut ketika berdo'a maupun bernyanyi. Dan yang paling penting, sudah bisa lepas dari Noval (tadinya kemana-mana harus sama Noval). Pelan-pelan tidak apa-apa yang penting Alfi merasa nyaman. 
Perlukah memasukkan Anak ke Paud
Dapat seragam gratis dari saudara, jadi sementara tidak perlu beli. :)

Meskipun sekolahnya Alfi ini, bukan termasuk sekolah pilihan saya, tapi menurut saya sudah OK lah. Murid tidak terlalu banyak sehingga lebih mudah mengawasi. Tidak ada penjual jajan yang masuk tapi ada koperasi yang menyediakan aneka snack. Waktu istirahat tetap di dalam kelas, makan bekalnya sendiri-sendiri, dan tidak dekat jalan raya. Semoga Alfi betah belajar di sekolah ini.

Kalau menurut kamu, perlukah memasukkan anak ke PAUD sebelum TK?